
SUMENEP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Nurul Islam (STIQNIS) resmi membuka Rapat Kerja (Raker) untuk masa bakti 2026-2027. Kegiatan strategis ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Mei 2026, bertempat di MAS Al-Ishlah, Desa Muncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.
Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Syaifullah Miftah selaku wakil dari Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlah, Ketua STIQNIS Bapak Mujahid Anshori, M.Pd., serta Bapak Ainul Yaqin dan Bapak Zubaidillah.
Khidmah untuk Kemajuan Kampus
Raker tahun ini mengusung misi utama untuk menguatkan sinergi dan profesionalisme pengurus dalam merumuskan program kerja yang efektif dan bermanfaat. Selain itu, momentum ini menjadi sarana sosialisasi bagi para pengurus sebagai promotor eksistensi STIQNIS di masa depan.
Dalam sambutannya, Bapak Syaifullah Miftah memberikan pesan yang menyentuh terkait nilai pengabdian di lingkungan pesantren.
”Program ini merupakan salah satu khidmah, yakni memperjuangkan kemajuan kampus yang berada di bawah naungan pesantren,” tutur beliau.
Al-Qur’an sebagai Petunjuk dan Ilmu yang Luas
Ketua STIQNIS, Bapak Mujahid Anshori, M.Pd., turut memberikan motivasi kepada seluruh jajaran BEM periode 2026-2027. Beliau menekankan bahwa latar belakang pendidikan Al-Qur’an justru membuka pintu bagi penguasaan berbagai bidang keahlian lainnya.
”Al-Qur’an tanpa sadar memberikan kita petunjuk, juga memberikan ilmu yang bermanfaat. Salah satu buktinya, mahasiswa di STIQNIS mampu menguasai administrasi organisasi dan pintar mengelola media sosial. Padahal dua hal tersebut bukan kurikulum utama pelajar IQT yang ada di kampus STIQNIS, namun mahasiswa kita mampu membuktikannya,” ujar Bapak Mujahid penuh apresiasi.
Dialog Hangat Pertemuan Keluarga Besar
Ada momen istimewa yang terjadi di luar agenda formal. Pertemuan ini secara tidak sengaja menjadi ajang silaturahmi keluarga besar, di mana terungkap bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ishlah memiliki hubungan kerabat dekat dengan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Islam yang menaungi STIQNIS.
Hal ini memicu dialog kekeluargaan yang panjang dan akrab setelah acara pembukaan berakhir. Kedekatan emosional ini diharapkan dapat semakin memperkuat jalinan kerja sama dan sinergi antarlembaga pendidikan di lingkungan pesantren tersebut ke depannya